Facebook Pro, YouTube, Atau Blogger. Mana Yang Paling Mudah Menghasilkan Uang?
Di tahun 2025 ini lagi marak orang - orang yang ingin jadi kreator digital. Mungkin karena saat ini memang lagi susah mencari kerja di real life ditambah sedang ramainya orang - orang yang mendapat penghasilan di dunia digital ini yang membuat banyak orang saat ini ingin mencoba juga mengadu peruntungan di platform digital terutama media sosial.
Dan sekarang ini ada 3 platform digital yang paling diminati banyak orang untuk dijadikan penghasilan tambahan atau bahkan sumber penghasilan utama. Yaitu di Facebook (kreator digital), di YouTube (youtuber), dan di Google (penulis blogger).
Dari ketiga platform diatas kebanyakan orang memilih untuk memulai kariernya di Facebook dan YouTube. Padahal menurut opini saya, justru menjadi blogger lah yang paling mudah untuk menghasilkan uang daripada ke Facebook dan YouTube. Kecuali jika Anda berani mengeluarkan modal lebih untuk mempromosikan akun Anda, okelah Facebook dan YouTube bisa dijadikan labuhan. Kalau modal gratisan berharap bisa sukses di Facebook atau YouTube sih bakalan butuh waktu yang sangat panjang, 1 tahun juga gak akan cukup untuk dapat penghasilan minimal setara gaji UMR disana.
Sementara di blogger, Kita tidak butuh proses yang panjang untuk bisa segera menghasilkan uang. Karena dari syarat untuk monetisasi nya juga tidaklah seberat di Facebook dan YouTube.
Langsung saja akan saya bahas alasan mengapa menurut saya Google (blogger) lebih mudah dibanding YouTube dan Facebook dalam hal menghasilkan uang secara online dengan modal minim dibawah ini:
Alasan mengapa Blogger lebih mudah dibanding YouTube dan Facebook
Mungkin saat ini menjadi blogger kurang diminati dibanding YouTube dan Facebook karena salah satu diantaranya adalah kebanyakan orang Indonesia itu malas nulis dan darurat membaca.
Blogger ini juga cocoknya, untuk orang - orang yang memang kurang bagus dalam berbicara atau kurang suka tampil didepan kamera. Karena di blogger, tugas kita hanya menulis hal - hal yg sekiranya bermanfaat untuk orang lain, gak harus nunjukin muka.
Back to the point. Intinya, hal yang paling utama adalah seberapa mudah akun Anda bisa segera di monetisasi. Itu kan?. Blogger, YouTube, dan Facebook tentunya punya persyaratan masing-masing yang berbeda tentang kelayakan monetisasi akun. Dan mari kita bandingkan antara ketiga platform tersebut.
1. Syarat monetisasi YouTube
Untuk dapat segera di monetisasi (memunculkan iklan dan mulai menghasilkan uang), YouTube mengharuskan para kreatornya agar mencapai target dengan persyaratan utamanya:
- Mencapai 1000 subscribers
- Memiliki 4.000 jam tayang dalam 1 tahun terakhir
- Konten asli (bukan re-upload)
Dalam hal ini, untuk kita yang berjuang dengan modal minim atau bahkan gak mau ngeluarin modal untuk promosi akun, yakin bisa tercapai dalam waktu dekat?. Saya rasa akan sangat sulit, kecuali kita artis yang memang dari awal sudah banyak fans nya.
Kalo bener - bener berjuang dari nol sih, cepatnya 6-8 bulan baru bisa tercapai itupun kalo konten kita bagus sehingga dapat menarik banyak visitor.
2. Syarat monetisasi Facebook
Tidak jauh beda dengan YouTube, untuk dapat memulai memunculkan iklan di fb juga ada persyaratannya yaitu:
- Memiliki 5.000 pengikut (akun fb pro). Memiliki 10.000 pengikut (halaman/fanspage) dan wajib bertahan minimal selama 2 bulan.
- Dalam 2 bulan harus mendapatkan total jam tayang 60.000 menit. Kalau dalam 2 bulan tidak tercapai, dihitung dari 0 lagi
- Memiliki beberapa video berdurasi minimal 3 menit
- Konten asli (bukan re-upload)
Dan update info terkini. Per bulan Februari 2025, Facebook mengumumkan bahwa saat ini tim Facebook sedang melakukan beberapa uji coba (beta) terkait fitur monetisasi. Sehingga di tahun 2025 ini, Facebook hanya akan mengirimkan undangan ke 1 juta akun kreator digital saja sesuai pilihan mereka.
Oke, kita hiraukan tentang monetisasi uji coba itu dan fokus ke syarat utamanya. Dari point diatas kita sudah bisa lihat, minimal perlu waktu 2 bulan untuk memastikan akun kita layak atau tidaknya menjadi partner monetisasi Facebook. Itupun kalau akun kita bisa melewati target persyaratannya. Dan rata-rata dari sekian banyak akun kreator fb, dibuka iklannya itu setelah melewati perjuangan konsisten selama kurang lebih 6-10 bulanan baru muncul menu siapkan iklan.
" Tapi kan ada cara lain juga. Dari awal fitur bintang udah kebuka". Iya, namun fitur bintang itu bukan penghasilan asli dari Facebook, tapi hasil pemberian dari akun kreator lain. Masalahnya kalo fitur bintang mau dijadikan sumber utama penghasilan, mau sampai kapan berharap pemberian dari akun kreator lain?
Kecuali Anda punya konten yang bagus-bagus yang bermanfaat bagi orang lain, baik itu mengedukasi, menghibur, dll. Bisa jadi akan banyak saweran atau bahkan langsung dapat undangan monetisasi iklan dari tim Facebook. Karena ingat untuk dapat sukses di media sosial itu yang terpenting adalah kontennya.
Konten adalah raja. Itu yang selalu ditegaskan baik itu di Facebook, YouTube, maupun blogger.
Masalahnya. Kita tau sendiri seperti apa para konten kreator Indonesia, kebanyakan cuma posting video amatir isinya cuman joged-joged didepan kamera. Kalo gak joged, ya posting foto acak sambil ditempelin tulisan segede gaban yang isi tulisannya ngemis interaksi sambil di iming imingi akan disawer bintang.
Ada juga yang posting tentang kesehariannya. Lagi makan, diposting. Lagi nyuci, diposting. Anak lagi nangis, diposting. Keluarga ada yang meninggal, diposting juga. Pertanyaannya, "emang ada yang peduli dengan postingan keseharian kita?". Dan lagi-lagi kalaupun rame komentar, itu hanya dari sesama akun fb pro yg berharap dikunjungi balik aja. Bukan dari pengunjung asli fb yang suka akan konten kita.
Sadar gak sih? Kalau konten-konten seperti ini tuh bukannya menjadi apresiasi, namun malah jadi bahan hujatan bagi para pengunjung fb yang melihatnya. Gak percaya? Ini beberapa buktinya:
Mohon maaf seribu maaf ya, saya bukan berniat mengejek atau merendahkan, tapi ini faktanya loh. Konten-konten seperti itu dimana manfaatnya coba? Disebut menghibur nggak. Mengedukasi juga nggak.
Disini, saya cuma mengingatkan. Mending kalo kita artis, oke gitu gituan tetep rame. Atau minimal cantiklah, badannya s3ks1lah bisa aja rame karena dapat memancing para laki laki hidung belang buat berkomentar atau mengapresiasi.
Kalaupun memang ada yang konten-konten seperti ini rame, percayalah, dollar nya pun akan susah meningkat. Karena akun seperti ini ramenya juga masih sesama akun fb pro aja yang berkunjung. Dimana mereka berkomentar itu hanya karena berharap biar dikunjungi balik aja. Bukan karena benar-benar menikmati konten tersebut.
Kalau yg berkunjung masih sesama akun fb pro, lama kelamaan akun Anda akan dinilai sebagai pemilik konten yang tidak berkualitas oleh tim Facebook. Kenapa begitu? Karena kunjungan dari sesama akun fb pro itu berkualitas rendah. Mereka hanya berkunjung cuma ingin berkomentar saja sambil berharap Anda berkunjung balik ke mereka. Setelah memberikan komentar,mereka akan langsung pergi tanpa peduli apa isi kontenmu. Itulah yang akan membuat rata-rata jam tayangmu rendah. Paling diangka 5-10 detikan. Dan akhirnya bisa berujung ke dismonet nya akun monetisasi Anda.
Kenapa akun fb pro bisa dismonet? Karena Facebook juga tentunya ingin menjaga lingkungan periklanan yang sehat. Agar advertising (pengiklan) di Facebook merasa puas.
Facebook tentunya ingin menempatkan iklan di konten yang memiliki kualitas (punya jam tayang diatas rata-rata). Karena semakin lama konten tersebut ditonton pengunjung, semakin lama juga si iklan tampil dan terlihat pengunjung. Kalau iklan hanya tampil di konten yang pengunjungnya dalam hitungan detik udah pergi, ya iklannya pun jadi kurang terlihat, dan itu bisa membuat pengiklan tidak puas dan tidak mau beriklan lagi di Facebook. Oleh sebab itulah Facebook memberikan dismonet kepada akun-akun fb pro yang kualitas kontennya rendah.
Sayang kan, udah berjuang dari nol berbulan-bulan, eh pas iklan siap ditampilkan, baru 1-2 kali gajian udah di dismonet lagi.
Jadi, mulai sekarang, jika ingin lebih cepat berhasil di Facebook, cobalah merubah konsep konten Anda menjadi lebih ke arah yang bermanfaat, mengedukasi atau menghibur. Agar visitor yang datang itu, pengunjung asli facebook, bukan sesama akun fb pro.
Ketika Anda memilih untuk mengaktifkan mode profesional, berarti setiap postingan Anda itu harus kearah "membuat orang lain happy" bukannya "yang penting diri sendiri happy''.
3. Syarat monetisasi Google (Blogger)
Di blogger juga memiliki syarat monetisasi. Yaitu:
- Konten asli tulisan sendiri (bukan copy-paste)
Udah itu aja. Serius.
Di blogger tidak ada persyaratan minimal harus capai target sekian ribu pengunjung, harus mempunyai ribuan follower dll. Semua itu tidak ada.
Blogger hanya meminta konten kita itu asli tulisan kita, bukan hasil copy-paste dari situs lain.
Bahkan ketika usia akun blogger kita baru 1 hari pun sudah bisa mengajukan peninjauan agar bisa di monetisasi. Namun tentunya, harus udah ada postingan nya dulu ya didalamnya.
Kalau Anda tidak percaya, silahkan cari sendiri informasinya di Google "syarat monetisasi blogger"
Waktu peninjauan dari Google adsense pun, biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 - 14 hari. Untuk memutuskan apa akun blogger kita diterima atau tidaknya untuk bisa langsung memunculkan iklan. Jika ditolak, Anda akan diberitahu detail apa saja yang harus diperbaiki agar akun Anda bisa siap menampilkan iklan. Dan Anda bisa langsung mengajukan ulang peninjauan saat itu juga.
Saya sendiri sudah banyak membuat akun blogger dan sudah puluhan akun yang siap menampilkan iklan.
Bahkan, saya pernah baru membuat akun blogger, kemudian tulis 3 postingan, di hari ke 5 mengajukan peninjauan dan di hari ke 14 langsung dapat notif bahwa akun saya diterima dan siap menampilkan iklan. Berarti hanya butuh waktu 14 hari sejak membuat akun, untuk langsung bisa menghasilkan uang. Buktinya seperti gambar dibawah ini.
Di blogger tidak ada syarat seperti minimal harus mendapat ribuan pengunjung atau ribuan follower. Yang penting tulisan kita dianggap bagus dan original bukan copy-paste, bisa langsung di monetisasi walaupun kita baru membuat akun tersebut.
Soal penghasilan? Blogger tidak kalah dengan YouTube dan Facebook. Akun saya yang terbaru saja yang baru berusia 3 bulan sudah bisa 2 kali gajian meskipun belum besar gajinya karena jarang keurus juga. Karena saya mengurus lebih dari 1 akun. Salah satu bukti gajian dari blogger yang baru 3 bulan itu dibawah ini
Bahkan di tahun 2021 pernah ada yang berminat untuk membeli akun blogger saya, yang akhirnya saya melepasnya dengan harga 5 jt lebih.
Di blogger, kita juga yang memegang hak penuh mau seperti apa tampilan situs kita. Kita bebas mengatur tata letak, iklan dan tampilan lainnya.
Kekurangan bermain blogger itu menurut saya 1. Yaitu tidak adanya popularitas. Karena disini kita tidak berbicara dan menampilkan muka. Hanya tulisan kita saja. Namun jika Anda ingin lebih tau tentang saya, bisa dilihat di baris paling bawah saya cantumkan profil media sosial saya, atau klik aja menu "about" dibagian bawah halaman.
Pada intinya kembali ke diri sendiri aja. Apakah yang Anda cari popularitas atau penghasilan. Saya hanya berbagi opini dari pengalaman pribadi. Semoga apa yang saya bagikan kali ini bisa bermanfaat bagi Anda.
Sekian postingan saya kali ini. Terimakasih sudah berkunjung 😁🙏
Belum ada Komentar untuk "Facebook Pro, YouTube, Atau Blogger. Mana Yang Paling Mudah Menghasilkan Uang?"
Posting Komentar